370 ASN Kukar Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI
Penyerahan piagam
penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Sebanyak 370 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia pada Apel Gabungan Korpri yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (17/6/2026).
Penghargaan tersebut
diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30
tahun serta dinilai memiliki dedikasi, integritas, dan disiplin yang baik
selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Satyalancana Karya Satya
sendiri merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan Presiden Republik
Indonesia kepada pegawai negeri sipil yang telah bekerja secara terus-menerus
dalam jangka waktu tertentu, menunjukkan kesetiaan kepada Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945, serta memiliki rekam jejak pengabdian dan
kedisiplinan yang baik tanpa pernah dijatuhi hukuman disiplin.
Bupati Kukar, Aulia Rahman
Basri, mengatakan penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara
kepada para ASN yang selama bertahun-tahun telah menjalankan tugas pemerintahan
dan pelayanan publik dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, penghargaan
tersebut juga menjadi bukti bahwa negara menghargai dedikasi, loyalitas, dan
profesionalisme aparatur yang terus mengabdi bagi masyarakat dan daerah.
"Satyalancana Karya
Satya ini merupakan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia kepada
aparatur sipil negara yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan bahkan
ada yang telah mengabdi selama 30 tahun," ujarnya.
Aulia menjelaskan,
pemberian Satyalancana Karya Satya tidak hanya didasarkan pada lamanya masa
pengabdian seorang ASN.
Para penerima penghargaan
telah melalui proses penilaian yang mempertimbangkan prestasi kerja,
kedisiplinan, serta rekam jejak selama menjalankan tugas di instansi
masing-masing.
Karena itu, lanjutnya,
penghargaan tersebut memiliki makna lebih luas sebagai bentuk pengakuan negara
terhadap ASN yang mampu menjaga integritas dan menunjukkan kinerja yang
konsisten.
"Mereka tidak pernah
melakukan pelanggaran disiplin serta selalu bekerja dengan penuh dedikasi,
disiplin, setia, dan loyal kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,"
tegasnya.
Lebih lanjut, Aulia
berharap para penerima penghargaan tidak berhenti menjadikan Satyalancana Karya
Satya sebagai capaian pribadi semata.
Pengalaman dan rekam jejak
pengabdian yang dimiliki diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam membangun
budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
"Para penerima Satyalancana Karya Satya ini harus menjadi champion atau teladan di masing-masing organisasi perangkat daerah tempat mereka mengabdikan diri. Harapan kami, hal ini dapat memotivasi ASN-ASN yang lain sehingga pada tahun-tahun berikutnya semakin banyak ASN di lingkungan Pemkab Kukar yang memperoleh Satyalancana Karya Satya," pungkasnya. (kriz)